Jalan nan Ampek dalam Adat Minangkabau

Jalan nan ampek dalam adat Minangkabau dikenal ada dua. Jalan nan Ampek dunia dan jalan nan ampek akhiraik. Kedua jalan nan ampek ini dituju...

Jalan nan ampek dalam adat Minangkabau dikenal ada dua. Jalan nan Ampek dunia dan jalan nan ampek akhiraik. Kedua jalan nan ampek ini ditujukan untuk selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat.

A. Jalan nan Ampek Dunia

Jalan nan ampek didunia maksudnya jalan yang harus dilalui oleh setiap manusia dalam hidup didunia agar selamat mencapai tujuan hidup yang dicita-citakan. Untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan yaitu kebahagian hidup didunia, maka adat Minangkabau menunjukkan 4 jalan yang harus dilalui agar selamat sampai ke tujuan, jalan nan 4 tersebut adalah “Baadat, Balimbago, Bacupak, jo Bagantang”

A1. Ba adat

Maksudnya mengetahui dan mengamalkan seluruh ketentuan adat dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan kedudukan dan fungsi kita ditengah-tengah masyarakat.

Kalau kita sebagai seorang pemimpin/penghulu, maka kita harus mengamalkan seluruh ketentuan-ketentuan adat yang berkaitan dengan tugas kewajiban kita sebagai penghulu/pemimpin terhadap orang yang kita pimpin. Kalau kita sebagai pemangku adat, maka kita harus melaksanakan tugas dan kewajiban kita baik sebagai Mantri, Malin, Pegawai dan Dubalang. 

Demikian pula halnya bila kita sebagai pemuda/generasi penerus, atau sebagai Wanita/Bundo Kanduang. Pokoknya tidak ada seorangpun yang lepas dari ketentuan Adat di Minangkabu, karena adat tersebut adalah pedoman dan pegangan hidup bermasyarakat di Minangkabau.
“Hiduik dikanduang Adat, Mati dikanduang Tanah”.
Dengan mengamalkan ketentuan-ketentuan adat dalam kehidupan bermasyarakat akan melahirkan sifat “Lamak dek awak, Katuju dek urang”, sehingga seseorang akan mampu merasakan kedalam dirinya tentang apa yang dirasakan oleh orang lain. Kalau setiap orang/pribadi telah mampu merasakan kedalam dirinya tentang apa yang dirasakan oleh orang lain, pasti akan tercipta keamanan dan ketertiban serta keharmonisan dalam kehidupan masyarakat tersebut. Kehidupan yang demikianlah yang harus kita capai dalam kehidupan beradat di Minangkabau, yang disebut dengan kehidupan beradat.

 A2. Ba limbago

Yang dimaksud limbago menurut Adat Minangkabu adalah segala sesuatu yang dapat diterima oleh akal dan pikiran manusia, seseuatu yang tidak bisa diterima oleh akal dan pikiran tidak disebut limbago, tetapi angan-angan atau utopia. Dengan kata lain limbago Adat tersebut adalah segala sesuatu yang dimakan oleh “Mungkin Jo Patuik”. Jadi Balimbago maksudnya segala sesuatu yang kita lakukan dalam kehidupan bermasyarakat di Minangkabau harus dimakan oleh “Mungkin Jo Patuik”.

A3. Ba cupak

Cupak adalah salah satu alat ukur tradisional Minangkabau, yang terbuat dari sepotong bambu yang berfungsi untuk menakar beras. Pedagang beras di Minangkabau, kalau akan menjual/membeli beras memakai cupak sebagai takaran. Menurut Adat Minangkabau isi satu cupak beras tersebut 12 tail (12 genggam). Ketentuan dari cupak tidak boleh dilebihi dan dikurangi. 

Kalau isi cupak tersebut dilebihi/dikurangi akan menimbulkan akibat yang tidak baik. Jadi bacupak maksudnya dalam hidup bermasyarakat kita harus mematuhi dan mentaati segala sesuatu yang telah ditentukan oleh adat sebagai pedoman hidup bermasyarakat di Minangkabau. Cupak ini di Minangkabau dipakai oleh penghulu/ninik mamak untuk menyelesaikan masalah hukum (sengketa) yang terjadi antar anak kemenakan kaum, suku, korong, kampuang dan nagari. Terkait : Arti Cupak Adaik Minangkabau.

A4. Ba gantang

Disamping cupak sebagai alat ukur tradisional Minangkabau, ada alat ukur tradisional lain yaitu gantang. Gantang juga tersebut dari sepotong bambu, tetapi ukurannya lebih besar dibandingkan cupak. Fungsi gantang untuk menakar padi (gabah).

Ketentuan tentang cupak dan gantang sebagai alat takaran di Minangkabau disebutkan oleh adat. “Cupak duo baleh taih”, gantang kurang dua limo puluah”.

Ketentuan gantang kurang duo limo puluah perinciannya adalah pencerminan dari 20 sifat yang wajib pada Allah, disebut sifat Allah yang 20, dan 20 pula sifat yang mustahil pada Allah. Kemudian ditambah 4 sifat yang wajib pada Rasul dan 4 sifat yang mustahil pada Rasul. Kurang 2, maksudnya 1 (satu) sifat yang harus pada Allah dan 1 (satu) sifat yang harus pada Nabi. 

Ketentuan ini adalah berupa pengertian kiasan dari adat Minangkabau. Sedangkan arti yang tersirat (sesungguhnya) dari gantang tersebut adalah ketentuan adat yang berkaitan dengan kepercayaan manusia terhadap Allah SWT, dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusannya. Sebagai orang Minangkabau yang beriman, kita harus mengetahui sifat Allah dan Nabi Muhammad SAW, seperti digambarkan dalam ketentuan gantang sebagai alat ukur di Minangkabau.

B. Jalan Nan Ampek Akhirat

Yang dimaksud dengan jalan akhirat nan ampek adalah jalan yang harus dilalui oleh setiap insan untuk mencapai kebahagian hidup di akhirat kelak, jalan akhirat ini juga terdiri 4 (empat) macam yang terdiri dari : Iman, Islam, Tauhid dan Ma'rifat.

Iman Maksudnya, setiap orang untuk mencapai kebahagian hidup di akhirat kelak harus beriman kepada Allah SWT seperti yang tertuang dalam Arkanul Iman (rukun iman).

Islam, Maksudnya setiap orang untuk mencapai kebahagian akhirat disamping mempercayai (iman) kepada Allah SWT juga harus melaksanakan kewajibannya sebagai orang islam seperti yang tertuang dalam Arkhanul Islam (rukun Islam).

Tauhid, Artinya mengesahkan Allah, tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu selain Allah.

Ma'rifat, Artinya mengenal Allah dengan segala sifatnya, melaksanakan seluruh perintahnya dan menghentikannya segala larangannya.

Agiah Komen Gai La Sanak

Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,70,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,8,Resep Minang,8,Sajarah,28,Tokoh,9,Warisan,24,
ltr
item
Minangkabau: Jalan nan Ampek dalam Adat Minangkabau
Jalan nan Ampek dalam Adat Minangkabau
https://2.bp.blogspot.com/-f4WNcLSvTNg/WApNAqCw8dI/AAAAAAAAA2U/cTwSylYfVmg5eI44aqV6Bnc8mx6_aLEEgCLcB/s1600/adat%2Bminangkabau.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-f4WNcLSvTNg/WApNAqCw8dI/AAAAAAAAA2U/cTwSylYfVmg5eI44aqV6Bnc8mx6_aLEEgCLcB/s72-c/adat%2Bminangkabau.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2016/11/jalan-nan-ampek-dalam-adat-minangkabau.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2016/11/jalan-nan-ampek-dalam-adat-minangkabau.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy