Arsitektur Rumah Gadang Bagonjong

Bagian yang paling khas dari rumah adat Minangkabau adalah bagian atap. Dengan desain seperti tanduk kerbau, dikenal dengan istilah gonjong....

Bagian yang paling khas dari rumah adat Minangkabau adalah bagian atap. Dengan desain seperti tanduk kerbau, dikenal dengan istilah gonjong. Maka dari itupulalah disebut dengan rumah bagonjong. Mungkin bentuk atap ini menjadi primadona dan karakter khusus Minangkabau. Dari kantor pemerintahan hingga rumah makan "Padang" (akan lebih baik disebut rumah makan Minangkabau) menggunakan model ini. Namun, seberapa tahukah anda dengan makna arsitektur tersebut? Apalagi secara keseluruhan dalam Rumah Adat Minangkabau.

 Arsitektur Rumah Gadang Minangkabau

 Teknik pembangunan rumah gadang bukan bangunan yang dibangun dengan alasan keindahan saja. Arsitektur sempurna, perhitungan komponen, tata ruang dan bahan menjadi salah satu latar belakang dan pertimbangan rancangan rumah gadang tersebut.

Berikutnya, faktor 'adaptasi' dengan alam dan lingkungan juga adalah hal yang diperhatikan. Tak terlupa nilai adat istiadat, kebiasaaan masyarakat. Tentu unsur seni merupakan hal yang menjadi pertimbangan juga.

Ruangan yang dibuat dalam rumah gadang ditujukan agar bisa dijadikan sebagai tempat kegiatan dari pemilik. Diharapkan, ruangan tersebut bisa dipergunakan secara berkesinambungan ke genarasi berikutnya. Sementara, bentuk fisik dan tata susun dibuat atas dasar lingkungan dan alam.



Rumah Adat Minangkabau
Darimana asal bentuk rumah gadang tersebut? Berdasarkan beberapa sumber yang dikatakan dari Tambo ada beberapa versi.

Versi Pertama, menungkapkan bahwa atap rumah gadang tersebut serupa dengan tanduk kerbau. Ini sejalan dengan kisah dalam tambo Minangkabau yang bercerita tentang kemenangan masyarakat Minang dalam adu kerbau melawan kerbau orang raja dari tanah Jawa. Untuk mengabadikan tersebut, maka rakyat Minangkabau membentuk atap rumah mereka seperti tanduk Kerbau. Terkait  Asal Usul Minangkabau Menurut Tambo.

Versi kedua, jika diperhatikan lebih saksama, atap rumah gadang ini juga menyerupai kapal. Kapal yang diistilahkan dengan ‘lancang’. Asal usul cerita ini adalah bahwasanya dahulu ada kapal yang berlayar dari timur Sungai Kampar. Setelah sampai di darat, sementara kapal tidak digunakan, maka dipasang pada bagian atap rumah agar kapal tidak lapuk berada di Sungai. Karena kapal terlalu berat, tali dan tiangpengikat melengkung, ini artinya atap rumah akan melengkung dan jadilah gonjong.

Versi Ketiga, atap rumah gadang juga serupa dengan susunan ‘siriah dalam carano’ (sirih dalam cerana). Bagia tulang daun sirih akan melentik seperti atap rumah gadang tersebut. Sirih di Minangkabau merupakan perlambang kesaudaraan dan kekeluargaan. Ini diserap pada fungsi rumah yang mana tempat keluarga dan saudara.
Jika ditelusuri lebih lanjut, mungkin banyak versi lain ditemui. Namun tiga versi di atas merupakan versi yang paling banyak dikenal masyarakat Minangkabau.

Pada bagian atap ini terlihat lebih ‘curam’. Maksud seperti ini adalah agar ketika hujan, air lebih cepat mengalir ke bawah. Maklum, pada waktu itu atap rumah gadang terbuat dari ijuk.

Kemudian kita akan perhatikan pada bagian dasar rumah. Bentuk rumah gadang segi empat, namun tak simetris. Rumah dibuat mengembang ke atas dengan tiang bagian luar tidak lurus, melengkung ke luar.

Bentuk badan rumah tersebut dirancang menyesuaikan dengan kondisi alam. Berhubung sebagian besar daerah asal Minangkabau (luhak nan tigo) berada didataran tinggi tentu akan terkena hembusan angin yang kencang. Bentuk rancangan seperti itu, sesuai ilmu fisika, dipandang lebih aerodinamis. Terkait : Sejarah Lahirnya Nagari di Luhak Agam.

Pada bagian badan rumah ini, juga terlihat seperti badan kapal. Secara historis mungkin ada kaitan dengan cerita versi ke-tiga di atas.

Rumah dibuat bentuk panggung. Ini menyesuaikan faktor keamanan. Dahulu, lingkungan alam Minangkabau masih terdapat binatang binatang buas. Sebagai fungsi bagian kolong rumah digunakan biasaya untuk kandang ayam atau kambing. Jika memasuki rumah gadang, antara ruangan dan atap ada ruang yang disebut ‘pagu’. Seperti loteng, ruang ini digunakan untuk menyimpan barang barang yang jarang digunakan.

Agiah Komen Gai La Sanak

   


Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,72,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,9,Resep Minang,9,Sajarah,31,Tokoh,10,Warisan,27,
ltr
item
Minangkabau: Arsitektur Rumah Gadang Bagonjong
Arsitektur Rumah Gadang Bagonjong
https://2.bp.blogspot.com/-Fu40CjJ-cd8/WApEkJFr6aI/AAAAAAAAA2M/srkAdri5aMUt_fuT01nu9ZE8PlF9jWorwCPcB/s1600/adat%2Bminangkabau.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-Fu40CjJ-cd8/WApEkJFr6aI/AAAAAAAAA2M/srkAdri5aMUt_fuT01nu9ZE8PlF9jWorwCPcB/s72-c/adat%2Bminangkabau.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2016/12/makna-arsitektur-rumah-adat-minangkabau.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2016/12/makna-arsitektur-rumah-adat-minangkabau.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy