Matrilineal Minangkabau, Apakah Kuno dan Melawan Agama?

Telah dikenal keseluruh penjuru dunia, hanya masyarakat Minangkabau dan beberapa suku lainnya (jumlahnya sangat kecil)yang menganut sistem...

Dasar Matrilineal digunakan di Minangkabau
Telah dikenal keseluruh penjuru dunia, hanya masyarakat Minangkabau dan beberapa suku lainnya (jumlahnya sangat kecil)yang menganut sistem kekerabatan matrilineal. Sistem kebangsaan yang merujuk pada garis keturunan ibu. Hal ini terkadang menjadi perdebatan yang cukup sering kita dengar. Mulai dari dianggap ‘aneh dan kuno’ sistem peradaban ini hingga dikatakan masyarakat Minangkabau tidak mengikuti syariat Islam. Bisa dilihat di Youtube, seorang ustadz berbicara mengenai tidak benarnya jika bernasab pada ibu.

Perlu diluruskan disini, sistem keturunan yang matrilineal ini bukan berhubungan dengan nasab atau talian darah. Batasan sistem matrilineal ini hanya sebatas dalam garis turunan bawaan suku ibu. Bukan dalam hal kewajiban dalam beragama.

Dalam masyarakat Minangkabau tetap ayah dianggap talian darah, buktinya untuk wali nikah tetap diutamakan ayah. Seorang anak tetap disebut ‘bin (nama Ayah)’. Lalu secara agama apakah tidak melanggar hal seperti ini?

Sama sekali tidak, sebab sistem matrilineal ini adalah bentuk budaya yang alami. Tidak ada dalil yang mewajibkan untuk mengikuti kebangsaan bapak (patrilineal), jadi menganut sistem matrilineal ini bukanlah hal yang haram. Penting untuk dipahami, sistem kekerabatan patrilineal dan matrilineal ini hanya masalah penurunan ‘suku’. Bukan pelaksanaan kewajiban agama (seperti wali pernikahan tadi).

Apa dasarnya Masyarakat Minangkabau Menganut Matrilineal?

Matrilineal dan Patrilineal adalah simbol dari keturunan. Banyak suku yang menganut patrilineal, sementara di Minangkabau menganut Matrilineal. Tak ada yang salah dengan kedua hal tersebut. Disebut anak anak adam, keturunan adam. Apakah salah jika kita menyebut manusia sebagai keturunan hawa juga?

Bahkan seorang nabi-pun disebut dengan nama belakang ibunya. Kitabullah sendiri yang menyebutkan,Isa Ibn Maryam.

Menganut sistem kekerabatan Matrilineal ini dalam budaya Minangkabau ditujukan sebagai bentuk memuliakan kaum perempuan. Ini sejalan dengan bagaimana Imam Besar Islam, Muhammad SAW telah menyampaikan : ‘ Surga dibawah telapak kaki ibu’ atau sebuah riwayat hadist yang menyatakan seorang sahabat bertanya tentang siapa yang harus dimuliakan setelah Allah dan nabi ; dijawablah dengan kata ‘ Ibumu’ sebanyak 3x.

Secara filosofis, pasti seorang ibu akan lebih dekat dengan anaknya dibanding seorang ayah. Seorang anak pasti anak dari ibunya, dan belum tentu anak bapaknya. Semua orang menyaksikan selama 9 bulan bahwa seorang ibu hamil anaknya tersebut. Diluar semua itu ada kemungkinan bukan,jika itu bukan bapaknya (secara kasarnya). Hal inilah yang menjadi kiasan penting kenapa begitu natural nya sistem kekerabatan Matrilineal diterapkan. Bukan berarti orang Minangkabau suka berselingkuh atau bagaimana, tetapi dalam kepastian ; sangat pasti dan tak terbantahkan seorang anak adalah anak-ibu-nya.

Dalam perumpamaan lain, dalam ibaratkan dalam pengolahan sawah. Benih dari sang Bapak dan ibu; ditanam dalam lahan ibu (rahim), dirawat oleh sang ibu. Ketika panen, siapakah yang seharusnya mendapatkan pembagian hasil yang lebih besar? Tentu saja ‘ nan manjadian sawah, nan marawat’.

Atas dasar demikianlah penarikan garis keturunan Minangkabau berdasarkan keturunan ibu. Mungkin untuk hal penarikan garis keturunan pada ayah (Patrilineal) memiliki alasan tersendiri. Tetapi kembali diingatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman bahwasanya:
Sistem Kekerabatan Matrilineal yang berlaku dalam penentuan suku si anak, hanya sebatas dunia. Sementara untuk urusan agama, nama belakang, wali nikah tetap masyarakat Minang bernasab sesuai ajaran Syarak.
(Rujukan : Kaset Balerong – Konsul Adat – Yus Dt Parpatiah)

Agiah Komen Gai La Sanak

Gugel: 2
Loading...
   


Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,72,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,9,Resep Minang,9,Sajarah,31,Tokoh,10,Warisan,27,
ltr
item
Minangkabau: Matrilineal Minangkabau, Apakah Kuno dan Melawan Agama?
Matrilineal Minangkabau, Apakah Kuno dan Melawan Agama?
https://2.bp.blogspot.com/-3x5u3TqdDLA/WIx94kXB9dI/AAAAAAAAEjg/xx6jf3kl42An0lPbuZswbCbsEmVmug7dgCLcB/s640/pakaian%2Blaki-laki%2Bminangkabau.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-3x5u3TqdDLA/WIx94kXB9dI/AAAAAAAAEjg/xx6jf3kl42An0lPbuZswbCbsEmVmug7dgCLcB/s72-c/pakaian%2Blaki-laki%2Bminangkabau.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2017/02/alasan-matrilineal-di-minangkabau.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2017/02/alasan-matrilineal-di-minangkabau.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy