Fakta Unik dari Pariaman, Kota tanpa Pecinan di Minangkabau

Pariaman atau lebih gaul dikenal dengan Piaman, sebuah daerah di bagian tepi pantai Minangkabau. Daerah ini dalam sistem asal penyebaran Mas...

Pariaman atau lebih gaul dikenal dengan Piaman, sebuah daerah di bagian tepi pantai Minangkabau. Daerah ini dalam sistem asal penyebaran Masyarakat Minangkabau disebut sebagai wilayah rantau. Meskipun bukan daerah asal penduduk Minangkabau (di luar Luhak nan Tigo), tetapi ada beberapa fakta unik yang harus diketahui tentang Pariaman a.k.a Piaman ini.

Kota tanpa Pecinan

Jika kalian berkunjung ke daerah ini, kalian tak akan pernah menemukan yang namanya “Kampuang Cino” alias kampung Cina. Bahkan sejauh ini bisa dibilang tidak ada orang Cina menetap di daerah ini. Apakah daerah ini terlalu jauh?

Konon dari cerita yang didapat, dahulu pernah ada orang Cina yang sampai ke daerah ini. Lalu ada penduduk lokal yang bekerja dengan beliau. Sebagian orang menyebut orang lokal ini bekerja dengan Cina di Pariaman, dan Sebagian lagi menyebut bekerja di Pekanbaru.

Orang Cina tersebut memberikan perlakuan yang tidak mengenakkan. Akhirnya, penduduk lokal marah dan mengusir semua Cina dari Pariaman. Bahkan ada yang menambahkan bahwasanya sempat orang Cina digorok pakai seng dan yang lainnya lari pontang panting tengah malam menyelamatkan diri.

Kota Kecil yang Luas, Piaman Laweh

Pariaman dikenal dengan sebutan Piaman Laweh. Jika dibilang daerahnya paling luas, rasanya juga tidak. Tetapi kenapa orang menjulukinya dengan Piaman Laweh?

Masih dari cerita orang orang tua. Dahulu zaman seisuk kala. Orang Piaman ini pergi merantau. Karena berada di tepi laut, sudah wajar mereka mengenal air dengan rasa asin. Kemudian setelah jauh berjalan mereka masih menemukan laut, mencicipi rasa air di sana ternyata rasanya juga asin. Akhirnya mereka berpikir mereka masih di daerah Pariaman. Mereka berpikir daerah pariaman ini Luas,makanya dikenal dengan istilah Piaman Laweh.

‘Kampung’ Tabut/Tabuik

Pariaman dikenal dengan perayaan rutin tahunan Tabuik. Perayaan ini dimana akan diarak keliling sebuah Tabuik yang terbuah dari kayu dan dibuang ke laut. Baca juga: Urutan Acara Tabuik di Pariama.
Tabuik di Pariaman
Perayaan tersebut dilakukan setiap tanggal 10 Muharam secara bulan Hijriah. Sekarang acara ini telah menjadi salah satu icon wisata yang membanggakan bagi kota Pariaman. Bahkan dalam banyak lagu dinyanyikan “ Pariaman tadanga langang, Batabuik mako nyo rami...”

Lelaki dibeli

Ini salah satu tatanan adat yang melekat pada orang Pariaman. Lelaki dibeli, maksudnya seorang yang akan jadi suami, maka pihak si istri harus menyediakan sejumlah uang yang akan diberikan pada pihak keluarga suami.

Istilah dibeli ini, kadang membuat pengertian yang jauh dari maknanya. Lebih tepat ini disebut sebagai uang jamputan (uang jemputan). Dari salah seorang yang ditemui ketika ditanyakan kenapa harus ada uang jemputan ini, berikut penjelasannya.

Seorang lelaki telah dibesarkan oleh orang tuanya. Kemudian sesuai, kekerabatan di Minangkabau, lelaki yang telah menikah tinggal di rumah sang Istri. Memakai prinsip – kumbang nan tabang ka rumpun bungo. Secara logisnya, ini hanya sebagai bentuk penghargaan pada orang tua si lelaki yang telah membesarkan anaknya, mendidik anaknya. Untuk informasi saja, semakin tinggi jabatan, pendidikan seseorang maka uang jemputannya akan semakin tinggi. Wajarkan, orang tuanya sudah ‘memodali’ anaknya segitu terus sekarang anaknya ‘dipakai dan dibawah untuk jadi suami’.

Pariaman kota Playboy

Ketika datang ke Pariaman. Kalian boleh sapa perempuan dengan ‘Ayang’. Kalian bebas merasa menjadi Playboy , punya banyak ayang. Tapi, disarankan jangan pernah menambahkan S di depannya.

Sebenarnya di sini salah satu yang unik adalah memanggil kakak. Kata ayang tersebut artinya adalah kakak perempuan. Ya setidaknya, buat para jomblo kapan lagi lidah bisa memanggil ayang.

Agiah Komen Gai La Sanak

Gugel: 1
Loading...
   


Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,72,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,9,Resep Minang,9,Sajarah,31,Tokoh,10,Warisan,27,
ltr
item
Minangkabau: Fakta Unik dari Pariaman, Kota tanpa Pecinan di Minangkabau
Fakta Unik dari Pariaman, Kota tanpa Pecinan di Minangkabau
https://2.bp.blogspot.com/-ShQW4Xg74dM/WEvVV7pIV-I/AAAAAAAABDQ/sW2JPsrQx38TOVfMeaVMpinuV7cx1U_0wCLcB/s400/di%2BMinangkabau.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-ShQW4Xg74dM/WEvVV7pIV-I/AAAAAAAABDQ/sW2JPsrQx38TOVfMeaVMpinuV7cx1U_0wCLcB/s72-c/di%2BMinangkabau.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2017/05/fakta-unik-dari-pariaman-kota-tanpa.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2017/05/fakta-unik-dari-pariaman-kota-tanpa.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy