Macam-Macam Panggilan pada Orang Tua Kandung di Minangkabau, "Bara Tih lanjo?"

Entah di tempat saya saja atau di tempat saudara juga. Begini, untuk memanggil orang tua itu biasanya ada itu macam-macamnya. Macam-macam...

Entah di tempat saya saja atau di tempat saudara juga. Begini, untuk memanggil orang tua itu biasanya ada itu macam-macamnya. Macam-macam cara memanggil orang tua ini, sering dikaitkan dengan berapa uang jajan.


Kan sering itu kita dengar, " Imbau imbau mami, lanjo motuih tu nyo". Gak tau pula apa hubungannya. Tapi yang jelas, ini beberapa panggilan untuk orang tua di Minangkabau.
gambar ilustrasi keluarga bahagia
Gambar dari Pixabay

Panggilan untuk orang Tua Perempuan di Minangkabau

#Mandeh/Andeh
Nah ini tergolong sangat klasik. Sudah dari jaman Tuanku Imam Bonjol berperang atau lebih kali. Atau bisa jadi sejak jaman gunung merapi sebesar telur itik. Panggilan Mandeh ini sedikit mengandung nilai sastra. Kenapa begitu? Ya kita dengarkan sajalah lagu lagu minang, atau kalau ada - hadirilah acara-acara randai.

Pasti akan sering didengar memanggil orang tua perempuan tersebut dengan kata Mandeh. Mandeh kanduang sibiran tulang. Mungkin karena sudah terlalu lama, agaknya sudah jarang sekarang yang memakai panggilan ini pada orang tuanya. Mungkin takut sekali dibilang tidak kekinian. Ya, pengaruh jaman jugalah. Jaman bertukar, musim berganti.

#Amai
Ini juga termasuk agak jarang juga digunakan. Paling paling, kalau sesama laki-laki ngomong. Dibilanglah Amai Paja.

Hampir sama saja dengan sebutan Mandeh, hampir punah. Tapi "Mandeh" masih beruntung, masih sering disebut sebut dalam lagu lagu Minang.

#Biai
Agaknya ini juga sudah langka. Entah kenapalah ya. Padahal ini cukup unik. Cukup romantis memanggil orang tua perempuan ini dengan sebutan ini.

Ya, kembali pada tren juga pada akhirnya. Tergerus di jaman. Antara malu dibilang tertinggal dan penyesuaian dengan keadaan jaman sekarang. Terus mau bagaimana lagi, apa hendak dikata.

#Amak
Kalau yang ini masih banyak disebut ini. Biasanya yang tinggal dikampung kampung begitulah. Amak Den, Amak Ang, begitulah kira kira. Cukup sederhana.

Biasanya ini digunakan oleh keluarga sederhana nan bahagia ini. Berlebih mungkin tidak, tapi cukup alhamdulillah. Rata-rata dari pengamatan saya ini yang pakai panggilan Amak ini orang tuanya yang wiraswasta menengah atau yang berladang-bersawah.

#Ama
Yang ini juga hampir sama dengan Amak. Tapi sedikit terkesan lebih moderen lah gitu. Ama, berkemungkinan ini berasal dari panggilan Mama.

#Ibu
Satu lagi ini, ada juga yang memanggil ibu. Masih banyak kita temui ini yang memanggil orang tuanya ibu.

#Bunda
Ini agak terpengaruh dengan modernisasi setengah jadi. Bunda, eh Bunda. Kan inilah. Tapi kalau yang murni-nya pasti panggilnya Bundo.

#Mama
Kalau mama ini agak tinggi dikit gengsinya. Kesannya kalau memanggil Mama ini, anaknya agak manja. Kan sering tuh, kita ketawa-ketawakan teman-teman kita. Ihh Anak mama.

#Mami
Ini yang paling tinggi gengsinya. Biasanya sih dipakai kalau sudah keluarga orang orang berada. Berlebih gitulah, mobilnya ada, rumahnya besar. Kalau jajan, besar ini dapat uang belanja. Anak Mami gituloh.

Dari panggilan panggilan tersebut, pada umumnya urutan uang jajan atau Pitih Lanjo diasumsikan mulai dari Mandeh - Amai - Biai - Amak ( kalau yang tiga ini, mau jajan harus tolong amak dulu) - Ama - Mama ( kalau bisa bantu mama, lebih besar dapat uang belanja. Kalau tidak ya, dapat juga) - Mami ( tinggal menampung tangan saja lagi nih). Walaupun tidak benar sepenuhnya, tetapi yang sering ditemukan pasti begitu.

Panggilan untuk Orang Tua Laki-Laki di Minangkabau

#Abak
Pasangan Abak ini biasanya sih Amak. Tapi ndak tertutup pula kemungkinan dengan yang lain. Anak Abak, begitulah sebutannya.

Panggilan jenis ini juga sudah agak langka sepertinya. Palingan yang lahir lahir tahun 70-an yang ada memanggil Abak ini. Kalau kelahiran, 90-an jangan disebut lagi. Satu-Satu dan boleh dibilang tidak ada yang memanggil orang tuanya Abak lagi.

#Apak
Apak, panggilan pada orang tua laki-laki ini masih banyak ini. Kalau dikampung-kampung begitulah, yang bersawah berladang; Apak biasanya memanggil orang tuanya.

#Ayah
Seiring dengan memanggil Mandeh atau Bunda. Ini yang sepadan ini, Ayah. Memanggil Ayah ini cukup masih banyak ditemukan di ranah Minang. Atau setidaknya berkelahi dengan teman begitu, Ayah dan Apak ini jadi sasaran kata-kata. Apak Ang di Ang, Ayah Ang di Ang. Habis itu, pijak pijak air ludah lagi.

#Apa
Berikutnya ini Apa. Bukan bertanya Apa itu? Tapi memang memanggil Apa pada orang tua laki-laki. Kuat dugaan ini berasal dari kata Papa.

#Papa
 Biasa digunakan untuk yang agak agak manja tanggung. Ya, setingkatlah dengan memanggil Mama.

#Papi. 
Ini yang paling keren ini. Kalau sudah panggil papi ini, rata-rata wajib punya mobil pastinya. "Aku dijemput papi aku".
Masih hampir sama dengan panggilan pada orang tua perempuan. Walaupun tidak benar secara mutlak, tapi panggilan pada orang tua laki-laki ini terkait juga dengan uang jajan.

Abak - Apak harus tolong dulu menyabit rumput untuk ternak atau ke sawah, baru bisa dapat tih lanjo. Dapatpun tak banyak. Kalau ayah atau apa - menengahlah uang jajannya. Nah, ini kalau anak papa atau anak papi - agak berlebih uang jajannya itu.

Tapi meskipun begitu, apapun panggilan pada orang tua itu, berapapun uang jajannya. Sepertinya itu bukan hal yang menentukan kebahagiaan juga. Bisa dibawakan pada diri kita masing-masing, meskipun memanggil abak, jajan tak banyak. Tapi pasti dalam diri kita selalu bangga dan bahagia memilikinya. Ya, kali saja ini pas minta uang, sedikit di beri. Kadang kita sedikit kesal gitu. Tapi percayalah, itu hanya dorongan sebagai manusiawi saja, yang tak pernah merasa cukup. Kalau namanya uang ya tidak pernah cukuplah. Meskipun anak Papi, belanjanya besar, tapi pasti waktu diberi masih merasa kurang.

Bagi yang masih sekolah atau berkuliah. Tak usah berhuru-hara dengan patokan " Lanjo si Anu sagitu, lanjo urang sagiko nyo". Kalaupun sedikit, syukurilah. Tak usah beriri-dengki. Banggalah misalnya pencaharian orang tua kita misal Rp 100.000 sehari, kita diberi jajan Rp 10.000. Sudah 10% dari pencaharian bapak untuk kita. Sementara, anak-papi itu, Pencaharian papinya Rp 2.000.000 lah sehari, jajan 50.000. Berapa persen benarlah itu. Lihatlah porsi pengorbanannya, jangan hanya nominalnya saja.

Agiah Komen Gai La Sanak

   


Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,72,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,9,Resep Minang,9,Sajarah,31,Tokoh,10,Warisan,27,
ltr
item
Minangkabau: Macam-Macam Panggilan pada Orang Tua Kandung di Minangkabau, "Bara Tih lanjo?"
Macam-Macam Panggilan pada Orang Tua Kandung di Minangkabau, "Bara Tih lanjo?"
https://2.bp.blogspot.com/-_oHmXsZmGcM/WalhnutKkII/AAAAAAAAHao/f27if_Nygjgdun2heyT_KIwJvxe1-Uj9gCLcBGAs/s400/not%2Bangka%252C%2Bnada%2Blagu.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-_oHmXsZmGcM/WalhnutKkII/AAAAAAAAHao/f27if_Nygjgdun2heyT_KIwJvxe1-Uj9gCLcBGAs/s72-c/not%2Bangka%252C%2Bnada%2Blagu.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2017/09/macam-macam-panggilan-pada-orang-tua.di.minangkabau.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2017/09/macam-macam-panggilan-pada-orang-tua.di.minangkabau.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy