4 Faktor yang Menjauhkan Kebenaran

Kebenaran dipandang sebagai sesuatu yang harus diikuti. Menjadi garis titian agar mencapai kehidupan yang paripurna. Hal ini mutlak berlak...

adat minangkabau
Kebenaran dipandang sebagai sesuatu yang harus diikuti. Menjadi garis titian agar mencapai kehidupan yang paripurna. Hal ini mutlak berlaku dalam kehidupan.

Pada kenyataannya, agar sampai pada kebenaran tersebut. Manusia harus mendekatinya terlebih dahulu. Ibarat bepergian dan memiliki tujuan. Sebelum sampai, pasti tentunya harus mendekati terlebih dahulu. Memetik buah rambutan, dekatilah pohon rambutan itu terlebih dahulu.

Sedemikian juga perihal kebenaran. Harus didekati. Tetapi harus dihindari 4 hal yang membuat anda semakin jauh dari kebenaran tersebut. Berikut 4 hal yang dapat menjauhkan kebenaran tersebut,

#1. Takuik jo Malu

Malu dan takut akan membuat individu  terkekang untuk berpikir secara objektif. Jika sudah berpikir tanpa objektivitas, bisa dipastikan akan sukar menyampaikan hal yang benar.

Secara turun temurun, adat telah menyatakan bahwa seorang Minangkabau harus memiliki sifat berani agar kebenaran bisa disampaikan. Tidak takut dengan "faktor siapa?". Jika saja telah ber-subjektivitas dalam berpikir " Oh dia orang besar, dia berkuasa dan dia..." Maka kebenaran tak akan pernah ditemukan karena terlalu jauh.

Berikut petuah adat yang mewajibkan seseorang harus memiliki sifat berani agar bisa menyampaikan kebenaran.
Mandi di ilia-ilia, bakato dibawah-bawah
Kok dianjak urang batu supadan
Diubah urang kato pusako
Dialiah urang kato nan bana
Busuangkan dado ang buyuang
Caliakkan tando laki-laki
Jan takuik nyawa malayang
Jan cameh darah taserak
Basilang tombak dalam parang
Sabalun aja bapantang mati
Namun bana diubah tidak
Baribu sabab mandatang
Namun namun bana diubah tidak
Dari petuah di atas. Disampaikan bahwasanya ini bukan sekedar berani saja. Berani dalam tirani, membabi buta. Bukan sama sekali demikian. Tetapi, sampaikanlah kebenaran dengan berani, tetapi semua beralaskan kebenaran tanpa melupakan sifat tetap rendah hati. Perhatikanlah kalimat petuah tersebut " Mandi di ilia-ilia, Bakato di bawah-bawah".

#2. Kasiah jo Sayang

Hal yang menjadikan kebenaran menjauh adalah rasa kasih sayang. Harus digaris bawahi, maksudnya di sini bukan menuntun untuk mematikan rasa kasih sayang, hidup tanpa rasa kasih sayang.

Lebih tepatnya, tempatkanlah rasa kasih sayang tersebut di tempat yang sewajarnya. Namun tidak dalam meungkap kebenaran. Contohnya, ketika Anak kemenakan berbuat salah, seorang mamak harus menyampaikan dengan tegas bahwa perbuatannya salah. Tidak berpikir " Oh inyo anak wak, kamanakan wak, padia an se lah, ibo wak di hariak". Kasih sayang semacam ini justru menjerumuskan.

Penyampaian kebenaran agar terhindar dari rasa sayang yang salah tempat ini, lebih tepatnya diistilahkan dalam sikap sportifitas dan gentleman. Berikut petuah adat yang menunjukkan bagaimana "mengabaikan" kasih sayang agar mendapatkan kebenaran,
Tibo dimato indak dipiciangkan
Tibo didado indak dibusuangkan
Tibo diparuik indak dikampihkan
Baruak dirimbo disusukan
Anak dipangku dicampakkan
Kato bana dianjak tidak
Luruih bana dipagang sungguah.

#3. Labo jo Rugi 

Perihal yang akan menghambat penyampaian kebenaran berikutnya adalah pertimbangan laba dan rugi. Mempertimbangkan secara materi apa yang akan saya dapatkan ketika menyampaikan kebenaran.

Jauhkanlah pemikiran semacam ini. Secara luasnya mungkin kita bisa istilahkan sebagai sifat penjilat. Merasa diuntungkan kemudian menyembunyikan kebenaran. Secara tegas sebuah petuah telah menyampaikan
Jan Kuniang karano kunyik, jan Lamak karano santan

#4. Puji jo Sanjuang

Sebuah pujian dan sanjungan jika tidak berhati-hati akan mengelapkan diri dari melihat kebenaran. Dengan pujian dan sanjungan akan membuat seseorang terlena dengan 'kehebatan' yang dia miliki.

Disinilah berawalnya, mata akan buta dengan kebenaran. Sibuk dengan kebanggaan, sehingga melupakan apa yang seharusnya dikatakan, seharusnya dilakukan.

Agiah Komen Gai La Sanak

Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,70,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,8,Resep Minang,8,Sajarah,28,Tokoh,9,Warisan,24,
ltr
item
Minangkabau: 4 Faktor yang Menjauhkan Kebenaran
4 Faktor yang Menjauhkan Kebenaran
https://3.bp.blogspot.com/-sY51VAwR4Wg/Weeqxsz8H-I/AAAAAAAAIZc/b0Aq3xIeaocQilApBwku8ZoJhqiz4ZB6QCLcBGAs/s1600/soal%2Bvektor%2B2.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-sY51VAwR4Wg/Weeqxsz8H-I/AAAAAAAAIZc/b0Aq3xIeaocQilApBwku8ZoJhqiz4ZB6QCLcBGAs/s72-c/soal%2Bvektor%2B2.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2017/10/4-faktor-yang-menjauhkan-kebenaran.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2017/10/4-faktor-yang-menjauhkan-kebenaran.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy