Jejak Tokoh Besar dari Minangkabau di Berbagai Bidang

Sumber Gambar: Tirto.id Orang Minang, dengan seribu jejak dalam sejarah. Menyumbangkan tokoh tokoh besar dari waktu ke waktu. Bukan sebu...

Sumber Gambar: Tirto.id
Orang Minang, dengan seribu jejak dalam sejarah. Menyumbangkan tokoh tokoh besar dari waktu ke waktu. Bukan sebuah hal yang mesti dipertanyakan lagi.

Mohammad Hatta, seorang proklamator; jika anda orang Indonesia tahulah tentang dengan bapak satu ini. Terlebih jika anda memiliki ketertarikan lebih mendalam tentang sejarah, nama sekelas Sutan syahrir, M Yamin, Tan Malaka, H Agus Salim sudah tak perlu lagi saya ulang menyebutkannya berasal dari mana. Jika pernah mengenyam apa yang namanya sekolah, kenal pasti telinga anda dengan tokoh tokoh tersebut; Pahlawan Nasional.

Namun sang tokoh hebat dari Minangkabau tak semuanya terberikan gelar Pahlawan Nasional. Tak cukup ruang untuk orang orang Minang ini jika harus disematkan pahlawan Nasional.

Yahya Datuak Kayo ( dieja lama Jahja Datuak Kajo) sebagai salah satu buktinya. Tak sepopuler Agus Salim, dikenal bak Hatta. Tapi, putra Minangkabau ini pernah menjadi Volksraad (Sejenis DPR) pada masanya. Kesan utama Jahja ini, ketika berpidato selalu menggunakan bahasa Melayu, tak seperti para anggota lain yang memaksakan diri dengan bahasa Belanda. Ini tertulis sudah pada 'Kelah sang Demang, Jahja Datoek Kajo, Pidato Otokritik di Volksraad 1927-1939.

Sebagai orang dengan kemampuan ekonomi yang bisa dibilang boleh. Jahja bisa menempuh pendidikan sekolah kedokteran di Batavia di jaman Jepang (Ika Dai Gakku). Namun perihal perang menghambat kelulusannya. Menjadi tentara, itulah garis yang ditempuhnya.

Popularitas dalam perjuangan ini didapat karena keteguhan hati ingin maju dengan keinginan tahu dan belajar yang besar. Jika dahulu, kebanyakan sekolah tinggi belum ada di Minangkabau, maka hasrat tersebut membawa mereka ke perantauan untuk belajar lebih.

Muhammad Rasad, tak begitu dikenal. Namun, jika tak mengenal Sutan Syahrir - ini keterlaluan. Perdana Menteri pertama Indonesia. Ya, Muhammad Rasad inilah ayah dari Sutan Syahrir. Bibit unggul dari Muhammad Rasad ini, juga pastinya anda kenal sebagai seorang tokoh perempuan - Rohana Koedoes (Rohana Kudus). Disebutkan bahwasanya Sutan Syahrir dan Rohana Koedoes ini saudara se-ayah berbeda Ibu.

Salah satu turunan generasi  Muhammad Arsad ini, tersebutlah nama Djohan Sjahruzah. Penggerak sosialis anti penjajahan jepang. Sempat berkuliah di Recht Hoge School, Batavia. Dan ini juga lah yang menjadi menantu maestro mimbar Agus Salim.

Menyinggung perihal Agus Salim. Menteri Luar negeri Indonesia yang fasih sangat dengan berbagai macam bahasa - tokoh besar Sarekat Islam, Lulusan terbatik HBS KW III Jakarta. Pernah berkesempatan berkuliah ke Belanda jika saja dia menerima Beasiswa Kartini ketika memuncaki lulusan terbaik HBS. Namun, dia lebih memilih untuk bekerja di Konsulat Belanda, Jeddah.

Uniknya, meski telah bersekolah banyak- Agus Salim hanya mendidik dan mengajar anak anaknya dirumah. Tidak menyekolahkan ke sekolah umum (sekolah Belanda).

Abdul Chalied Salim, saudara Agus Salim. Dikenal sebagai penulis buku Lima Belas Tahun Digoel. Seorang Wartawan, hanya saja diduga terlibat dalam aktivitas komunis di tahun 1926/27. Abdul Chalid diasingkan ke Digoel, ini pula yang menginspirasi bukunya di atas.

Sejawat Agus Salim di Sarekat Islam, Abdul Muis. Pernah belajar di Stovia, menjadi anggota Volksraad. Mungkin akan lebih mudah jika anda meningatnya sebagai seorang Novelis penulis  Pertemuan Jodoh (1933), Surapati (1950), Robert Anak Surapati (1953) dan yang paling top tentunya Salah Asuhan (1928).

Djamaludin Adinegoro, saudara seayah M Yamin. Tak banyak juga yang mengenalnya. Seorang penulis hebat, bahkan pada bidang jurnalistik, nama beliau diabadikan sebagai icon sebuah penghargaan.

Ibrahim, lulusan Kweekschool Bukittinggi (sekarang SMAN 2 Bukittinggi), mungkin akan membuat bingung anda siapakah gerangan dirinya. Akan lebih kenal anda jika saya bawakan nama panggungnya  Tan Malaka. Tercatat sebagai anggota Partai Komunis Indonesia, namun dalam partai Komunis tersebut, beliau bukan pengekor Stalin. Sosok beliau sangat religius, dan sangat menekankan bahwasanya umat Islam harus bersatu. Ide ide beliau bisa Anda baca pada buku Madilog.

Hatta, tak usah banyak harus dibahas. Banyak referensi yang telah panjang lebar menjelaskan tentang proklamator ini. Tapi sedikit anda harus ketahui, ketika beliau di buang ke Digoel, juga terdapat beberapa tokoh dari Minangkabau yang di asingkan. Haji Soelaiman, Haji Noerdin, Iljas Jacob, Djamaludin Taib, Mochtar Lutfie.

Selain tokoh perjuangan nasional, sedikit bergeser di bidang sastra. Sudah disinggung seorang bernama Abdul Muis. Itu baru satu dari sekian.

Marah Rusli, penulis Siti Nurbaja (Siti Nurbaya), Romeo Juliet ala Indonesia- La Hami, Memang Jodoh. Apakah dia seorang penulis saja? Tidak demikian, diketahui pekerjaan beliau juga sebagai seorang dokter hewan.

Penulis legendaris lain, Tulis Sutan Sati. Menelurkan karya besar Sengsara Membawa Nikmat (Kacak dan Midun). Juga Roestam Effendi, penulis Bebasari, Percikan Renungan. Roestam yang merupakan kakek dari Dede Yusuf pernah menjadi anggota parlemen Belanda sebagai wakil Partai Komunis Belanda.

AA Navis dengan Robohnya Surau Kami, Idrus dengan Dari Ave Maria Jalan Lain ke Roma, Rivai Avin dengan Tiga Menguak Takdir. Penulis penulis besar dari Minangkabau.

Mungkin mereka tergerus zaman sehingga boleh dikata tak banyak lagi dikenal generasi Kids Jaman Now. Namun, dua nama Buya Hamka, Chairil Anwar tak boleh dilewatkan ketika berbicara Sastra.

Beralih layar ke bidang Agama. Nama Hamka juga harus diposisikan benar pada bidang ini. Jika ini masih dirasa kurang, mari kita sebukan nama Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, guru dan imam besar di Mekkah. (disadur dari: Tulisan Petrik Matanasi di Tirto.id dengan Judul "Cendekia Minang di Abad Silam" diterbitkan 13 Sept 2016).

Agiah Komen Gai La Sanak

   


Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,72,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,9,Resep Minang,9,Sajarah,31,Tokoh,10,Warisan,27,
ltr
item
Minangkabau: Jejak Tokoh Besar dari Minangkabau di Berbagai Bidang
Jejak Tokoh Besar dari Minangkabau di Berbagai Bidang
https://3.bp.blogspot.com/-3R96zcBDzHQ/WjlqtgbY1OI/AAAAAAAAJQo/RhS_w-Cmw18yV9XpxfHICggjgtusueE-ACLcBGAs/s400/gambar%2Bkedudukan%2B2%2Blingkaran.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-3R96zcBDzHQ/WjlqtgbY1OI/AAAAAAAAJQo/RhS_w-Cmw18yV9XpxfHICggjgtusueE-ACLcBGAs/s72-c/gambar%2Bkedudukan%2B2%2Blingkaran.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2017/12/jejak-tokoh-besar-dari-minangkabau-di.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2017/12/jejak-tokoh-besar-dari-minangkabau-di.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy