Si Patai, Robin Hood dari Ranah Minang

Suatu ketika, saya buka sosial media yang bergambar burung. Tapi bukan burung kakak tua, nah adalah di timeline saya itu cuit-cuit dari Pad...

Suatu ketika, saya buka sosial media yang bergambar burung. Tapi bukan burung kakak tua, nah adalah di timeline saya itu cuit-cuit dari Padangkita.com. Yaitu tentang si Patai. Tertarik pula saya membacanya, dan kemudian saya tulis pula di blog ini.

Sebut sajalah tulisan ini mencontek. Berikut tentang si Patai ini, Robin Hood-lah levelannya kalau di bawakan ke film film barat sana.
si patai dari padang
Si Patai, Foto Bacokok dari Padangkita.com sumbernyo Niadilova
Rusli Amran, seorang ahli sejarah dalam buku Padang Riwayatmu Dulu menyebutkan bahwa si patai adalah seorang bandit buronan kolonial Belanda di sekitar abad 20-an. Si Patai ini adalah kepala gelas atau kepala arak kelompok dengan nama Sarekat Djin.

Dalam kelompok tersebut nama nama lain. Ada si Sampan, Palalok, Buyuang Tupang. Kelompok pimpinan si Patai ini menjadi musuh utama penjajah Belanda. Kira-kira sekitar tahun 1908.

Pada tahun itu pemerintah kolonial Belanda menetapkan kebijakan Belasting atau pajak di Minangkabau. Terhitung di tanggal 1 Maret waktu itu.

Aturan pajak yang ditetapkan meliputi,
  1. Hoofd Belasting (pajak kepala)
  2. Inkomsten belasting (pajak sejenis cukai)
  3. Hedendisten (pajak rodi) 
  4. landrente (pajak tanah), 
  5. wins belasting(pajak kemenangan/keuntungan), 
  6. meubels belasting (pajak rumah tangga), 
  7. slach belasting (pajak penyembelihan), 
  8. tabak belasting (pajak tembakau), 
  9. adat huizen belasting (pajak rumah adat).
Kebijakan Belanda ini ditentang banyak daerah. Air Bangih, Padang Panjang, Painan terang terangan mengeluarkan resolusi menentang. Lain pula dari Luhak Agam, utusan yang bersangkutan tak memenuhi undangan kepala laras. Sebagian ada juga yang demo di kantor asisten residen Bukiktinggi.
[post_ads]
Penentangan ini berlanjut dengan perang Kamang di tanggal 15 Juni di bawah pimpinan Mande Siti. Penduduk menyerang penjara belanda di Manggopoh ( Kita sama tahulah ini yang dinamakan Siti Manggopoh).

Cerita yang sama juga terjadi Lubuk Aluang. Pasukan jubah putih berperang dengan lantunan takbir Allahuakbar.

Di Padang, Pemberontakan dilakukan di bawah arahan si Patai. Meski dikenal dari ‘partai dunia hitam’ namun keonaran yang dibuatnya di Pauh membuat repot pasukan tentara Belanda. Apalagi pergerakan yang dipimpinnya berupa perang gerilya.

Jika bertemu dengan pasukan Belanda dalam jumlah banyak, anggota si Patai berpura pura hormat. Bila ditemukan jumlah pasukan yang sedikit maka dibantai.

Si Patai juga sering melakukan aksi rampok pada orang orang yang kaya dan bekerja sama dengan Belanda. Aksi si Patai ini, membuat Belanda terpaksa minta bantuan ke Jakarta (dahulu bernama Batavia). Unit pasukan khusus Marsose Belanda di datangkan demi menangkap si Patai.

Adalah Bariun Sutan Batang Taris dan Abdullah Umar Marah Saleh Siregar, mantri polisi padang ditugaskan menangkap si patai. Tepat tengah malam, ketika mendapatkan informasi tentang si Patai dan Sampan di kadai Mak Anjang (Air Pacah) sejumlah pasukan elit dikerahkan untuk menangkap di Patai.

Empat jam terkepung tidak membuat si Patai menyerah. Dia tetap melakukan perlawanan. Namun, nasib tak begitu baik, peluru berhasil melumpuhkannya tepat di bagian dadanya.

Akibat tertangkapnya si patai, penjara menjadi labuhannya dalam waktu 3 tahun.

Di tahun 1926, ‘dunia hitam’ mendirikan kelompok Sarekat Djin. Si Patai didaulat sebagai pemimpinnya. Gerakan ini melakukan perlawanan bawah tanah. Bersamaan ini juga terbentuk Sarekat Hantu dan Sarekat Hitam.

Diungkap Guru Besar Ilmu Sejarah Univ. Negeri Padang, Mestika Zed dalam buku Pemberontakan Komunis Silungkang 1927, organisasi tersebut adalah realisasi DO di Sumatra Barat di bawah instruksi CC PKI di Maret 1926.

Tepat pergantian tahun 1927, Partai Komunis Indonesia, partai Politik pertama dengan embel embel Indonesia melakukan pemberontakan. Pada pemberontakan ini, si Patai dan kelompok Sarekat Djin melakukan pembunuhan pada pejabat pejabat Belanda.

Kembali bala bantuan dari Batavia berupa pasukan Elit dikerahkan untuk menangkap si patai. Sebuah operasi malam membabi buta membunuh semua rakyat di dini hari dilakukan. Semua orang dibunuh dan salah satunya dikenal sebagai Ujang Patai. Kepalanya dipancung dan di arak keliling kota.
[post_ads_2]
“Hari itu kota Padang menjadi Gempar” ungkap Hasjim Ning yang melihat langsung arakan tersebut. (Cuplikan dari buku Pasang Surut Pengusaha Pejuang – Otobiografi Hasjim Ning – AA Navis).

Namun dalam versi lain, Tuanku Laras menyatakan itu bukan kepala si Patai. Namun sang kepala Residen bersikukuh itu adalah kepala si Patai. Setidaknya ini membebaskan dia dari tuntutan untuk segera memberantas si Patai.

Tuanku Laras akhirnya diberhentikan dengan alasan penggelapan pajak, namun pada sebab sebenarnya karena Tuanku Laras tetap bersikeras bahwasanya si patai masih hidup. Untuk menghapus jejak isu bahwa si Patai masih hidup, kepala Residen memerintahkan untuk tidak lagi membicarakan si Patai. Bahkan di beberapa koran digadang-gadangkan keberhasilan tentara Belanda menumpas si patai.

Dalam versi lainnya, disebutkan bahwasanya si Patai telah diminta sebelumnya meninggalkan Pauah oleh para penghulu agar menyelamatkan negeri Pauah dari serangan Belanda yang bertujuann menumpas kelompok si Patai. Di ceriterakn bahwasanya si Patai pindah ke Malaysia. (Tulisan Asli ditulis Muhammad Arya di http://padangkita.com/si-patai-bandit-berhati-mulia-dari-padang/)

Agiah Komen Gai La Sanak

Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,70,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,8,Resep Minang,8,Sajarah,28,Tokoh,9,Warisan,24,
ltr
item
Minangkabau: Si Patai, Robin Hood dari Ranah Minang
Si Patai, Robin Hood dari Ranah Minang
https://2.bp.blogspot.com/-hAvEllbjtow/Wjvg5-JL1ZI/AAAAAAAAJSw/lzcX83GGYyc2P95FcPEN6S2dBdQtJElfwCLcBGAs/s400/retur%2Bbarang%2Bdi%2Bbukalapak.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-hAvEllbjtow/Wjvg5-JL1ZI/AAAAAAAAJSw/lzcX83GGYyc2P95FcPEN6S2dBdQtJElfwCLcBGAs/s72-c/retur%2Bbarang%2Bdi%2Bbukalapak.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2017/12/si-patai-robin-hood-dari-ranah-minang.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2017/12/si-patai-robin-hood-dari-ranah-minang.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy