Resep dan Cara Membuat Cangkuak

Kalau orang berpikir masakan Minangkabau enaknya di santan. Bikin kolesterol, A salah besar orang itu tu. Mereka itu mungkin berpikir semua orang Minang ini makannya rendang kalio saja. Iya, memang kalau bunda bunda kandung itu bisa membuat rendang sudah wajib benar hukumnya. Tapi tiap hari tidak rendang ke rendang saja dilahap.

Ini masakan yang pedih, enak sederhana ekonomis, praktis. Ibaratnyanya sekali dayung dua tiga pulau terlewati. Ke pulau cinta yang agak susah berdayung itu sebenarnya. Berbiduk rindu. Ataau kalau kami gadis minang nan jelita menyebutnya, nasi di tanak samba pun masak.

Sekarang ini bagi yang muda muda, agak langka juga kiranya mungkin yang bisa membuat masakan satu ini. Apa itu? Teng teng Cangkuak.

Cangkuak ini banyak pula ini. Ada yang dari Banuhampu, Sungai Pua dan sekitarnya. Koto tuo, bahkan sampai ke Rambatan di tepi danau Singkarak. Tempat Biai dulu memadu cinta, beraun raun di hari Minggu.

Kalau kenapa dinamakan Cangkuak, iya tidak tahu Biai do ya. Yang jelas, kalau membuatnya, fasih benar biai ini. Maklumlah, besar di untung perasaian. Yang penting nasi saja sama sambal sudah bahagian hidup bisa makan pagi petang. Bermakan ala Indonesia raya, Putih nasinya Merah Cabenya.

Sudahlah, diturutkan benar bercerita sampai pagi, tidak akan selesai selesai ini. Mari bagi yang ingin tahu cara membuat cangkuak, penggugah selera seperti berikut.
Poto Bacilok dari Twitter @rezkirangkuti
Siapkan bahan, kalau belum ada catatlah. Pergi beli ke kedai tek Pia.
  1. Ikan Teri
  2. Cabe yang sudah digiling
  3. Daun Bawang, atau ' daun bawang gratis' Daun bawang perai bagai tidak pula tahu
  4. Tomat diiris kasar saja
  5. Asam sedikit
Cara membuatnya:
  1. Tanak beras di tungku. Jangan kemanja manja an juga pakai mejik jer lagi. Beras dan air di dalam periuk, periuknya di atas tungku. Nanti salah paham pula, beras sansai saja di onohkan di atas tungku.
  2. Semua bahan dicampur jadi satu. Kalau tidak nanti rindu pula dia. 
  3. Kalau nasi sudah mengelegak atau mendidih, ambir air nasi yang mendidih itu. Toyongkan ke wadah yang berisi bahan tadi.
  4. Letakkan  di atas nasi sambil menunggu kering. Nasi masak, samba cangkuak kita juga selesai.
Di beberapa daerah ada yang ditambahkan telur. Pada adukan pertama. Adapula yang suka petai, enak juga dimasukkan itu. 

Tambahan juga ini, dimakan sama nasi panas panas tanggung. Dilapir pula dengan kerupuk jengat. Terasa firman Allah itu ' Fabiaayi Rabbikuma Tukadziban'. Nikmat mana lagi yang engkau dustakan wahai manusia, apalagi kita orang Minang. (ditulih dek Biai, ketika apak paja patah selera)
Sabalumnyo
Sudah Ko

Bagak ti Sanak? Agiah Komen Gai La setek