Manjalang Mintuo, Tradisi Hubungan Mertua-Menantu di Minangkabau

Mintuo adalah sebutan untuk orang tua suami/istri di Minangkabau. Hubungan ini tentu sangatlah spesial. Pengetahuan umum juga, jika di Minangkabau dengan sistem kekerabatan matrilineal, selepas menikah maka sang suami yang tinggal di rumah istri. Memang dengan jaman yang bertukar dan tahun yang berganti, mungkin sekarang setelah menikah suami-istri tinggal mandiri.

Sejatinya tidaklah salah. Yang dianggap tabu ketika membawa istri ke rumah sendiri. Istilah yang akan mudah dipahami, lelaki yang telah menikah kurang terpuji jika membawa istri tinggal menetap di rumah orang tuanya.

Mau tinggal di rumah istri atau mandiri, tetap saja ada budaya dan adat yang menjadi ciri khas di Minangkabau. Tersebutlah tradisi ini 'manjalang mintuo'. Manjalang, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, menjelang atau mendatangi.
Gambar Bacokok dari : https://asrilwardhani.wordpress.com/
Tradisi ini maksudnya adalah sang Istri mengunjungi atau manjalang mintuo. Mendatangi rumah orang tua laki-laki. Datangnya bukan sekedar datang saja. Akan dibawa sejumlah hidangan tertentu.

Tujuan tradisi ini sebagai bentuk melestarikan dan menjaga hubungan baik antara sang istri dan orang tua suami. Sebab, jika tidak begini bisa saja dengan kesibukannya, seburuk buruk kemungkinan sang suami lupa mengunjungi orang tua-nya.

Bentuk 'keharusan' melakukan tradisi ini ketika hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha, apalagi jika pasangan baru saja menikah. Sungguh 'wajib' ini dilakukan. Bahkan, akan sangat dipuji jika yang dikunjungi juga saudara saudara orang tua.

Hidangan yang dibawakan berupa kue dan agar-agar. Jika manjalang mintuo dilalakukan pertama kali, ini tidak hanya dilakukan oleh suami istri. Dalam hubungan serba baik, biasanya  kunjungan juga disertakan dengan membawa keluarga dekat si istri.

Kelaziman dari tradisi ini sebagai bentuk bagaimana adat istiadat menguatkan silaturahmi antara mertua, menantu, besan. Sehingga perkawinan yang terjadi tidak hanya sebatas menyatukan dua insan, tetapi juga semua keluarga besar dan kaum pasangan yang menikah tersebut.
Sabalumnyo
Sudah Ko

Bagak ti Sanak? Agiah Komen Gai La setek