Momen Historikal Istana Bung Hatta Di Bukittinggi

Berwisata ke Bukittinggi, Jam Gadang tentu hal yang paling anda ingat. Berikutnya Ngarai Sianok untuk kategori wisata alam. Sementara untu...

Istana Bung Hatta Di Bukittinggi
Berwisata ke Bukittinggi, Jam Gadang tentu hal yang paling anda ingat. Berikutnya Ngarai Sianok untuk kategori wisata alam. Sementara untuk kuliner tentu Los Lambuang di Pasa Lereang merupakan tempat wajib untuk disinggahi.

Sejenak, ketika anda berada di Jam Gadang. Disekitaran tersebut terdapat satu lagi peninggalan kekayaan sejarah. Dikenal dengan Istana Bung Hatta. Tidakpun wisatawan, beberapa penduduk lokal tentu kurang begitu 'menganggap' tempat ini.

Perjuangan Revolusi Bung Hatta

Revolusi Sosial terjadi di Aceh dan Sumatera Timur. Kunjungan ke Sumatera harus dilakukan demi menjaga keutuhan bangsa.

Di Aceh terjadi corak revolusi dengan corak Islam. Namun di bagian Sumatera Timur agak sedikit mencemaskan karena adanya corak Marxis dalam revolusi ini di bawah pimpinan Tan Malaka.

Tan Malaka menentang keras bentuk perjuangan yang mengedepankan perundingan ala pemerintah. Tan Malaka lebih menekankan pada perjuangan bersenjata. 

Pasca perjanjian Linggarjati, Sumatera dipandang sebagai daeerah alternatif pusat perjuangan. Karena banyak masukan yang menyatakan pasukan Belanda lama lambat akan terus mendesak dan menguasai daerah di Pulau Jawa. Vitalnya Sumatera sebagai alternatif perjuangan ditekankan bung Hatta pada sebuah perkataan beliau.
"Sumatera boleh jadi lautan api dan tenggelam ke dasar lautan, asal jangan jatuh ke tangan penjajah Belanda."
 Setelah 10 hari menerima undangan KNI Sumatera. Keinginan bung Hatta ke Sumatera memang agak banyak ditentang pemimpin Indonesia di pulau Jawa. Namun dengan tegasnya, bung Hatta tetap bersikeras untuk menyambangi Sumatera dengan tanggapan,
"Apakah Sumatera itu bukan Indonesia?"
 Istana Bung Hatta Di Bukittinggi
Gambar dari aroengbinang. com
[post_ads]

Bung Hatta di Bukittinggi

Walaupun memang putra daerah dan punya rumah kelahiran di kota Bukittinggi. Selama beliau di Sumatera bung Hatta menginap di Gedung Tri Arga. Gedung Tri Arga ini kemudian diubah nama menjadi Wisma Hatta. (Tepatnya diseberang atau sekitaran Jam Gadang)

Terakhir, nama Wisma Hatta diubah menjadi Istana Bung Hatta. Sebab ini pernah menjadi tempat yang digunakan sebagai kediaman Istana Wakil Presiden RI. Sejatinya bangunan ini sebelumnya adalah bekas kediaman Asisten Residen Belanda area Bukittinggi.

Di tempat ini dilakukan strategi mempertahankan kemerdekaan. Mulai dari penyatuan partai dan organisasi sosial dibawah Badan Pengawal Nagari dan Kota. Disini menyatu tokoh politik dan agama seperti Hamka, Chatib Sulaiman, Udin, Rasuna Said, dan Karim Halim.

Sementara kekuatan bersenjata bergabung menjadi Dewan Kelaskaran. Semuanya bersatu dan Front Nasional. Front Nasional inilah yang banyak berperan dalam Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Peran besar kota Bukittingi juga sangat penting ketika tahun 1947. Disini merupakan Markas Besar Komandemen TNI Sumatera.
 Istana Bung Hatta Di Bukittinggi
Istana Bung Hatta dari Puncak Jam Gadang
[post_ads_2]

Pusat Perjuangan Setelah Agresi Militer Belanda

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI banyak dilakukan di Sumatera, khususnya Bukittinggi sebagai pusat pemerintahan. Tercatat pernah menjadi ibukota negara saat perjuangan PDRI.

Tepatnya tanggal 5 Februari 1948, bung Hatta kembali ke Jawa. Beliau dijemput oleh tokoh-tokoh seperti Perdana Menteri Amir Sjarifuddin, Syahrir, Zaenal Baharuddin (tokoh pemuda), dan Prawato (Masyumi), menyusul diterimanya oleh Pemerintah Persetujuan Renville.

Pelepasan Hatta kembali 'merantau' tidak tanggung tanggung. Sebuah 'pesta perpisahan' dilakukan di lapangan Kantin Bukittinggi. Pada momen ini bung Hatta berpidato yang kutipannya
"Bahwa Perjanjian Renville hanyalah satu mata rantai dalam perjuangan kita yang panjang. Ada orang yang mengatakan kita kalah. Tetapi aku peringatkan, bahwa bangsa yang kalah ialah bangsa yang mengaku kalah. Perjuangan kita teruskan dengan berbagai risikonya. Kita sudah diterima mempertahankan kemerdekaan kita dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sebab itu, Republik Indonesia tidak lagi bisa dihapuskan dari peta dunia."

Agiah Komen Gai La Sanak



Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,72,Carito,14,Dibao Galak,8,istilah,14,Pantun,12,Papatah,9,Resep Minang,9,Sajarah,31,Tokoh,10,Warisan,27,
ltr
item
Minangkabau: Momen Historikal Istana Bung Hatta Di Bukittinggi
Momen Historikal Istana Bung Hatta Di Bukittinggi
https://2.bp.blogspot.com/-EDGphEuddyY/W9ywkjK2QRI/AAAAAAAAMAs/rOs0glpgu_AvqTpthlE0dRJkd6Lm1ayLwCLcBGAs/s400/ekonomi%252C%2Bmanajemen%252C%2Bbank.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-EDGphEuddyY/W9ywkjK2QRI/AAAAAAAAMAs/rOs0glpgu_AvqTpthlE0dRJkd6Lm1ayLwCLcBGAs/s72-c/ekonomi%252C%2Bmanajemen%252C%2Bbank.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2018/11/dibalik-istana-bung-hatta-di-bukittinggi.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2018/11/dibalik-istana-bung-hatta-di-bukittinggi.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy