Surat Cinta Sutan Syahrir untuk sang Istri, Maria Duchateau

Kita tidak membicarakan sejarah Indonesia jika tidak membilang nama Sutan Syahrir (atau ditulis juga Soetan Sjahrir , Sutan Sjahrir). Andi...

foto sutan syahrir
Kita tidak membicarakan sejarah Indonesia jika tidak membilang nama Sutan Syahrir (atau ditulis juga Soetan Sjahrir , Sutan Sjahrir). Andil peran beliau dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak bisa dianggap tidak ada. Bukti sekilas mata bisa disaksikan bagaimana akrabnya beliau dengan presiden pertama Indonesia pada potret lawas di atas.

Tidak menguraikan bagaimana perjuangan beliau dalam mewujudkan cita cita kemerdekaan Indonesia, tapi mari melihat sisi lain nan menarik dari sosok Sutan Syahrir ini.

Adalah sebuah surat cinta berbau romantis yang dia kirimkan ketika beliau di pengasingan untuk istrinya yang bernama Maria Duchateau yang kala itu berada di Amsterdam. Teks asli surat tersebut seperti berikut,
Terjemahan dari Surat di atas kurang lebih:
Terjemahan :

Tanahmerah - 30 Mei 1935
Mieske.
Pelan-pelan aku membaca suratmu lagi beberapa kali. Didalamnya ada begitu banyak yang aku sukai, khususnya dalam fregmen-fregmen yang pesimistis.
Aku memahami semua dengan begitu baik, aku tahu kenapa dan bagaimana kau menuliskannya

Aku tahu semua, dan itu membangkitkan banyak kenangan-kenangan dalam diriku, baik yang pahit maupun yang manis.
Itu membuatku melamun dan berpikir, semua begitu menyenangkan bagiku, aku merasa jauh lebih baik, lebih murni, merdeka, terangkai dari semua hal manusiawi yang sepele.

Didalam diri kita begitu banyak hal sepele, begitu banyak kebodohan dan piciknya pandangan.
Aku terkejut melihat itu ada didalam diriku sendiri, sepertinya aku kira, ketenangan dan kedamaian telah direbut oleh penjara untuk selamanya.

Dimana perasaan lega yang nyaman, pasrah menerima, kekuatan karena keteguhan, kesetiaan, semua sirna saat pintu-pintu penjara dibelakangku ditutup.
Kamu sudah bisa mengetahui itu semua dari semua surat-surat yang dikirimkan melalui kapal, bahwa ketenanganku hilang.

Sampai sekarang saya belum menemukan lagi ditengah orang-orang, keramaian, keresahan, kedangkalan dan didalam kesendirian, kesunyian dan renungan.
Sekarang diantara orang-orang yang berbicara, bertindak, membuat kesalahan, ragu-ragu, ada ketidakpuasan terhadap diri sendiri.

Di bulan-bulan yang lalu, aku memaksakan diri untuk konsentrasi berpikir, untuk memikirkan secara terus menerus, walaupun saat ini keadaan belum cocok untuk aku memulai belajar lagi.
Aku mencoba bersikeras melepaskan diri dari semua kekhawatiran atas soal sehari-hari yang sepele.

Mengkhawatirkan keuangan dan mengkhawatirkan makanan, melepaskan diri dari lingkungan yang menegangkan
Tapi aku tidak berhasil dengan baik, studiku tidak berkembang pesat, terlalu sering merasa lesu, sangat terganggu cuaca & terlalu sering membiarkan diri dipengaruhi lingkungan.
Dimana pengusaan diri, ketentraman jiwa yang selalu ada selama ini hilang, Mieske.
Namun hari ini, malam ini, aku merasa begitu tajam. Suratmu dengan sendirinya membuatku jadi berpikir, melamun, menarik aku dari keadaan sekitar, membersihkan aku dari hal sepele yang ada.

Malam ini aku merasa tenang lagi sayang. Seperti keadaan aku sekarang, sebagaimana juga perasaanku sekarang, aku tak bisa lagi menampik apa yang kamu sebut sebagai "inti yang paling dalam kita miliki" itu dia Mieske, yang bisa berbicara dari suratmu, membersihkan aku.

Apa yang aku tak temukan dalam studiku, apa yang tak aku temukan dalam filsafat, aku temukan pada dirimu, pada surat-suratmu.

Kamu mengertikan Mieske? Karena itu, yang kamu tulis tidak benar Mieske, bahwa kau bilang "ada kegagalan diseluruh lini hidup kita".
Ini milik kita, ini akan mengarahkan dan menentukan hidup kita, dan itu bukan salah, tak bisa jadi salah selamanya

Karena ini adalah hal yang memberi makna kepada diri kita dalam hidup ini.
Biarpun kekecewaanmu, penderitaanmu, ucapan pahitmu, saya membaca itu semua dari suratmu, karena itu saya tidak perlu membahas semua ucapan pahitmu secara tersendiri.

Istriku, pada akhirnya kita tau bahwa kita berada dalam titik saling mengerti sepenuhnya dan kita bisa saling memahaminya. Aku mengalami itu setiap hari.
Kadang kadang aku merasa semua buangan, sampai sahabat paling dekatpun tidak bisa menyelami perasaanku.

Disini aku merasa lebih banyak kesepian dan sendiri, melebihi kesendirian di dalam sel penjara itu sendiri.

Didalam pikiranku, aku selalu membutuhkanmu untuk menguji pikiran dan tindakanku, untuk berunding, untuk berbagi perasaan.

Aku membutuhkan surat-suratmu untuk bertahan dan mengangkat diri ini saat hampir tenggelam dalam soal-soal yang sepele, kau tahu semua itu toh Mieske?
Dan apa selain esensi yang mengkristal dari semua yang kita miliki, dari semua usaha dan berpeluangnya kita dari suka dan duka.

Apa yang menjadi dorangan semangat hidup dalam buangan ini, juga tidak bisa hanya berarti penderitaan dan kemalangan dalam hidup.
Karena itu suratmu begitu sangat berarti bagiku, aku harap kamu mampu menulisnya secara teratur kepadaku.
Supaya aku bisa menerima sesuatu tiap kapal yang datang berlabuh, dan itu artinya setiap sekali dalam tiga minggu sekarang.
Kehidupanku diantara orang buangan, keadaanya jauh lebih berat, daripada dalam sel isolasi penjara.

Disini sekarang aku jauh lebih membutuhkan surat-suratmu jauh lebih banyak, daripada didalam penjara.

Sekarang selalu ada manusia disekitar saya yang bicara, terus berbicara, tetapi tetap saya merasa kesepian.

(dari berbagai sumber)

Agiah Komen Gai La Sanak

   


Loading...
Nama

Adaik,35,bahasa minang,6,Budaya,75,Carito,14,Dibao Galak,8,info,3,istilah,14,Pantun,12,Papatah,9,Resep Minang,10,Sajarah,34,Tokoh,10,Warisan,28,
ltr
item
Minangkabau: Surat Cinta Sutan Syahrir untuk sang Istri, Maria Duchateau
Surat Cinta Sutan Syahrir untuk sang Istri, Maria Duchateau
https://1.bp.blogspot.com/-ioR0BODVjGQ/XSXSC1fvnSI/AAAAAAAAMj4/l6tHw7QWxgw-3w11gAxde56OjCfde9uLgCLcBGAs/s640/12.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ioR0BODVjGQ/XSXSC1fvnSI/AAAAAAAAMj4/l6tHw7QWxgw-3w11gAxde56OjCfde9uLgCLcBGAs/s72-c/12.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2019/07/surat-cinta-sutan-syahrir-untuk-sang.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2019/07/surat-cinta-sutan-syahrir-untuk-sang.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy