BIOGRAFI MANDE SITI MANGGOPOH

Siti adalah seorang perempuan, seorang anak manusia yang hidup pada situasi sosialpolitik masa penjajahan kolonial Belanda yang menindas dan...

Siti adalah seorang perempuan, seorang anak manusia yang hidup pada situasi sosialpolitik masa penjajahan kolonial Belanda yang menindas dan menghinakan harga diri bangsa, termasuk warga Manggopoh, kampung halaman Siti. Berikut pendidikan dan karier Siti.

Pada bulan “Mei 1880 adalah bulan bahagia dari Mak Kipap dan Sultan Tariak. Sebab, lahirlah anak perempuan yang diberi nama Siti. Sebagai orang Minang yang 57 menganut adat matrinial” (Hanief, 2013 : 76). Keberadaan perempuan sangat berarti untuk meneruskan keturunan dan merupakan kekayaan bagi keluarga. Sebelum kelahiran anak perempuannya, keluarga Siti merasa sebagai keluarga miskin. Siti adalah anak bungsu dari enam bersaudara, lima orang kakak Siti sangat menyukai kedatangan adik perempuan. Namun demikian, walaupun Siti adalah anak perempuan satu-satunya dikeluarga, tetapi kedua orang tuanya tidak membeda bedakan dengan saudara-saudaranya yang lain. 
Siti tidak dibiarkan menjadi anak yang manja atau dimanjakan. Siti dibentuk untuk menjadi perempuan yang mandiri dan pemberani. Sejak kecil selain mempelajari ilmu agama, Siti kerap berlatih ilmu beladiri Silat bersama dengan lima orang kakaknya. Siti memang jarang sekali bermain dengan teman-temannya yang perempuan. Hal ini turut membentuk Siti menjadi perempuan yang tidak kenal rasa takut, lincah dan cenderung untuk selalu memimpin. Sifat-sifatnya ini menentukan jalan hidupnya nanti, dimasa dewasa Siti berjuang melawan kolonial Belanda. Sebagai perempuan Minang “Siti juga belajar mengaji di Surau, Bapasambahan dan belajar persilatan. Pada masa tersebut merupakan aib bagi orang Minang tidak menguasai ketiganya. Ketiga pelajaran ini ditekuni Siti hingga menginjak masa remaja” (Tasman, 2002 : 25). 

Jadi kesimpulannya bagi orang Minang tidak menguasai mengaji di Surau dan belajar persilatan dikatakan aib karena mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan surau lebih berfokus kepada pendidikan agama yang dapat menumbuhkembangkan keperibadian dan akhlak, sedangkan belajar persilatan bertujuan untuk bekal diri dari serangan musuh, untuk pertahanan nagari terhadap ancaman luar seperti penjajah.

Mande Siti Saat beranjak dewasa Siti akhirnya menikah dengan seorang pemuda bernama Rasyid Bagindo Magek. Dari pernikahan tersebut, Siti dan Rasyid dikaruniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Dalima. Pertemuan Rasyid dengan Siti tidak hanya mengemban cita-cita perkawinan yang mulia untuk keluarga yang sakinah. Tetapi lebih dari itu, “Keduanya sama-sama memiliki semangat dan arah perjuangan yang setujuan, bahu-membahu untuk melepaskan penderitaan rakyat Manggopoh dari penjajahan. 

Artinya, Siti dan Rasyid menyadari telah terjadi suatu penindasan yang sangat menzalimi bangsanya oleh Belanda. Tidak ada pilihan, semua ini harus dilawan” (Tasman, 2002 : 36-37). Pertemuannya dengan Rasyid, bagaikan pertemuan dua kekuatan yang saling mengisi untuk cita-cita perjuangan guna menumpas musuh bersama yaitu pihak Belanda. “Dalam perjuangan melawan Belanda inilah Siti dan Rasyid makin teguh hati. 

Bagi Siti jika niat berjuang sudah tertanam, pantang untuk surut. Dari sinilah, citra pemberani perempuan pejuang dari Manggopoh ini tercermin” (Hanief, 2013 : 78). Tentu hal itu berkat tempaan pendidikan berbasis surau pendidikan agama yang telah menumbuhkembangkan keperibadian dan akhlak serta pijakan sejarah keluarga yang tegar soal keberanian dengan belajar ilmu persilatan yang bertujuan untuk bekal dan pembelaan diri dari musuh, memang sejak kanak-kanak sudah dimiliki Siti. 59 Pada 1960, Masyarakat Manggopoh menyaksikan peristiwa bersejarah, “Jenderal Nasution menyampaikan penghargaan kepada Siti dengan mengalungkan selendang kepada Mande Siti sebagai simbol keperkasaannya selaku Bundo Kandung” (Tasman, 2002: 89), bertempat di balai nagari Nasution mengalungkan penghargaan Negara dan rakyat atas keperkasaan Singa Betina dari Sumatera Barat itu. Sang Jenderal bahkan sempat membopong dan mencium wajah tua Siti, yang di hari-hari tuanya sering dipanggil Mande (Ibu) Siti. Ketika usianya mencapai 78 tahun, tubuhnya semakin lemah, sementara matanya mulai rabun. Namun akhirnya pada tahun 1964 harapan masyarakat Manggopoh terwujud juga. 

Pemerintah Rebublik Indonesia menggelari Siti sebagai pahlawan perintis kemerdekaan Republik Indonesia. Setahun kemudian, tepatnya “pada usia 84 tahun, pada tanggal 20 Agustus 1965 Siti menghembuskan nafas terakhir dan dimakamkan di Makam Pahlawan Kusuma Negara, Lolong, Padang” (Hanief, 2013 : 79). Mande Siti merupakan pejuang atau pahlawan daerah yang turut membela negara ini, tetapi mande Siti ini tidak banyak di kenal. Riwayat perjuangan Singa Betina yang berani itu tersimpan di museum Adityawarman dan Gedung Wanita Rochana Koeddoes, Padang. Siti telah berjuang, Siti telah tiada, tapi sosok kepahlawanan dan perjuangannya tetap dikenang sepanjang masa. Keberanian Mande Siti dalam memimpin pergerakan dicatat sebagai lukisan yang tidak akan hilang dalam ingatan bangsa Indonesia umumnya, dan rakyat Manggopoh khususnya. Kepeloporannya dikenal sebagai Srikandi Manggopoh atau Singa Betina Manggopoh.

Manggopoh, 02 Juni 2020
Ditulis ulang oleh Jafriandi

Agiah Komen Gai La Sanak

Nama

Adaik,39,bahasa minang,8,Budaya,80,Carito,14,Dibao Galak,10,info,3,istilah,15,Pantun,12,Papatah,10,Resep Minang,10,Sajarah,37,Tokoh,13,Warisan,29,
ltr
item
Minangkabau: BIOGRAFI MANDE SITI MANGGOPOH
BIOGRAFI MANDE SITI MANGGOPOH
https://1.bp.blogspot.com/-YonM6fG4QLQ/XtYHiR3XwII/AAAAAAAANUg/aDX5RsB8zs0t3szn9D2i4CRd9w79Gc5ygCLcBGAsYHQ/s400/WhatsApp%2BImage%2B2020-06-02%2Bat%2B14.26.29%2B%25281%2529.jpeg
https://1.bp.blogspot.com/-YonM6fG4QLQ/XtYHiR3XwII/AAAAAAAANUg/aDX5RsB8zs0t3szn9D2i4CRd9w79Gc5ygCLcBGAsYHQ/s72-c/WhatsApp%2BImage%2B2020-06-02%2Bat%2B14.26.29%2B%25281%2529.jpeg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2020/06/biografi-mande-siti-manggopoh.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2020/06/biografi-mande-siti-manggopoh.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy