Perjuangan Sutan Syarir dalam Kemerdakaan Indonesia bagian II

Pada bagian pertama telah dipaparkan mengenai Pendidikan dan Peran Sutan Syahrir dalam Upaya mencapai kemerdekaan Indonesia ( baca bagian I)...

Pada bagian pertama telah dipaparkan mengenai Pendidikan dan Peran Sutan Syahrir dalam Upaya mencapai kemerdekaan Indonesia (baca bagian I). Selanjutnya pada bagian II akan diuraikan mengenai perjuangan dan andil Sutan Syahrir pada masa setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Syahrir Diculik

Surakarta, 26 Juni 1946. Kelompok oposisi dengan nama Persatuan Perjuangan menyatakan ketidakpuasan dengan hasil perundingan Kabinet Syahrir II dengan Belanda. Kelompok perjuangan menuntut pengakuan kedaulatan Indonesia Penuh, sementara pada hasil perundingan kedaulatan yang diakui hanya Jawa dan Madura.

Pimpunan kelompok Persatuan Perjuangan, Mayjend Soedarsono (termasuk Tan Malaka) menculik dan menahan  Syahrir di Paras. Ini membuat pitam Soekarno naik. Polisi Surakarta di tugaskan menangkap pelaku pengasingan terhadap Syahrir. Semua nya bisa di tangkap pada tanggal 1 Juli 1946 dan dipenjarakan di Wirogunan.

Pimpunan Kelompok persatuan perjuangan, Soedarsono, membalas penahanan anggota kelompoknya dengan menyerang Wirogunan lalu membebaskan anggotanya. Mendapat tantangan seperti ini tentu Soekarno tak bisa terima.

Soekarno memberi perintah pada LetKol Soeharto untuk menangkap Soedarsono. Namun Soeharto menolak karena tak mau menangkap atasannya. Soeharto hanya mau menangkap jika Soedarsono melakukan pemberontakan dan mendapat perintah dari Kepala Staf Militer RI yang dijabat Jenderal Soedirman.

Setelah menjadi Presiden, Soeharto mengungkap peristiwa ini dalam otobiografinya, Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya.
 
Namun demi keutuhan negara, Soeharto menjalankan strategi sendiri untuk menangkap Soedarsono agar tidak terkesan beliau yang menangkapnya (karena beliau masih berada sebagai bawahan Soedarsono).

Soeharto berpura pura simpati pada aksi Soedarsono. Beliau mengajaka Soedarsono menghadap Soekarno di Istana Presiden Yogyakarta secara rahasia. Namun sebelumnya Soeharto telah menghubungi pengawal presiden dan memberi tahu akan datanya Soedarsono. Kala itu Soedarsono bisa diamankan dan dilucuti senjatanya. Peristiwa ini dikenang sebagai pemberontakan 3 Juli yang gagal.
 

Syahrir dan Diplomasi

Soekarno akan hangus tanpa Syahrir dan Syahrir bukan apa apa tanpa Soekarno. Begitulah peran masing masing mereka.

Revolusi perjuangan Syahrir dimulai dengan perannya menjadikan kabinet Presidensil menjadi Kabinet Parlementer. Parlemen akan bertanggung jawab pada Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP) yang perannya sebagai lembaga Legislatif. Alhasil Indonesia bisa menganutcara Multi Partai

Sutan Syahrir berinisiatif mennjukkan pada dunia keberhasilan revolusi Indonesia dengan nilai kemanusiaan dan tanpa kekerasan. Namun, pihak belanda menciptakan propaganda yang menilai bangsa Indonesia sebagai bangsa yang keji. Alasan tersebut dijadikan sebagai cara sah memasukkan pasukan NICA ke Indonesia dengan dalih ingin menciptakan ketertiban di Indonesia.

Menghadapi cara tersebut, Sutan Syahrir justru berinisiatif menyelenggarakan pameran seni dan mengundang wartawan dari luar negeri. Sungguh halus bukan cara beliau berdiplomasi walaupun di hadapkan dengan NICA.

Bahkan pernah suatu kisah pada Desember 1946. Syahrir pernah ditodong pistol oleh anggota NICA. Karena macetnya itu pistol, Syahrir dipukul wajahnya hingga lebam. Berita ini mulai menyebar di Radio Republik Indonesia. Namun, dengan tenang Syahrir malah meminta agar berita tersebut ditarik, agar tidak memancing amarah seluruh bangsa Indonesia agar tidak berbuat kekerasan.

Akhir perjuangan Diplomasi beliau adalah tanggal 21 Juli 1947, dimana mampu mengantarkan Indonesia pada forum PBB dalam permasalahan dengan Belanda.

Puncaknya 14 Agustus 1947, Syahrir berpidato di depan sidang Dewan Keamanan PBB. Dengan terwakilinya Indonesia oleh orang seperti Syahrir, maka setiap argumen wakil Belanda dapat dipatahkannya. Sehingga Belanda tidak bisa memberikan alasan yang tepat untuk mempertahankan kedudukannya di Indonesia. Ini diakui oleh wakil Belanda saat itu, Van Kleffens. Bahkan, Kleffens akhirnya harus ditugaskan menjadi Dubes Belanda di Turki karena dianggap gagal menjadi wakil Belanda di PBB. Tambahan akhir. Syahrir dikenang sebagai "The Smiling Diplomat" oleh wartawan yang meliput sidang PBB waktu itu berkat gaya berdiplomasi beliau.

Agiah Komen Gai La Sanak

Nama

Adaik,39,bahasa minang,8,Budaya,80,Carito,14,Dibao Galak,10,info,3,istilah,15,Pantun,12,Papatah,10,Resep Minang,10,Sajarah,37,Tokoh,13,Warisan,29,
ltr
item
Minangkabau: Perjuangan Sutan Syarir dalam Kemerdakaan Indonesia bagian II
Perjuangan Sutan Syarir dalam Kemerdakaan Indonesia bagian II
https://1.bp.blogspot.com/--H7_9uBAmjk/Xtj4Yq5Nf-I/AAAAAAAANWY/JLLByGVbSH4jjzJqkxq0L7uEkGhKcn93wCPcBGAYYCw/s1600/minangkabau.jpg
https://1.bp.blogspot.com/--H7_9uBAmjk/Xtj4Yq5Nf-I/AAAAAAAANWY/JLLByGVbSH4jjzJqkxq0L7uEkGhKcn93wCPcBGAYYCw/s72-c/minangkabau.jpg
Minangkabau
http://www.anakminang.com/2020/06/perjuangan-sutan-syarir.html
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/
http://www.anakminang.com/2020/06/perjuangan-sutan-syarir.html
true
2180777074329911998
UTF-8
Sadang Proses Indak Basuo Caliak Sadono Baco Langkok Baleh Indak Jadi Baleh Apuih Oleh Laman Utamo Laman Artikel Caliak Sadonyo Iko Lasuah Lo Tantang Kumpulano SEARCH Kasadono Ndak Basuo nan Sanan Mintak Baliak Ka Hal Utamo Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Akaik Sinayan Salasa Rabaa Kamih Jumaik Satu Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Aguih September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Dec Sabanta Ko 1 minik nan lalu $$1$$ minik lalu 1 nan lalu $$1$$ jam nan lalu Karik Parang $$1$$ patang $$1$$ minggu patang labiah 5 minggu Followers Follow Iko Bamanpaik Bana Bagian dulu baru tabukak gembok no mah Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy